Update

Festival Kali Brantas #4 Resmi Dibuka dengan Petik Tirta Amerta

 

Festival Kali Brantas #4 resmi dibuka dengan ritual Petik Tirta Amerta di Titik Nol Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (25/7). Foto: dok Pokdarwis Kota Malang

Festival Kali Brantas #4 resmi dibuka dengan ritual Petik Tirta Amerta di Titik Nol Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (25/7). Acara ini merupakan perayaan budaya dan ekologi yang digagas oleh budayawan Malang, Isa Wahyudi akrab disapa Ki Demang, sebagai bentuk penghormatan terhadap air sebagai sumber kehidupan.

"Memulai Festival dari hulu menegaskan pesan bahwa perawatan lingkungan harus dimulai dari sumbernya. Jika sumber airnya dimuliakan dan dijaga, maka aliran kehidupan di hilir pun akan bersih dan berkelanjutan," kata Ki Demang

Ritual ini dipandu oleh tokoh budaya dan menampilkan pembacaan mantra sebagai simbol pengambilan sumber suci kehidupan. Ki Demang menekankan pentingnya kesadaran ekologis dan perawatan lingkungan, terutama di hulu sungai Brantas.

Adapun Petik Tirta Amerta di Sumber Brantas dipandu para tokoh budaya dari Kota Batu di antaranya Ki Lelono, dan Bu Umie Solekan.

"Dalam mitologi Jawa dan Hindu, Tirta Amerta bermakna “air kehidupan”, yang dipercaya memberi kekuatan, kejernihan, dan umur panjang. Maka, "memetik Tirta Amerta dari mata air utama adalah simbol pengambilan sumber suci kehidupan, sebagai bentuk syukur dan permohonan restu dari alam semesta," tegas Budayawan Malang, Syamsul Subakri akrab disapa Mbah Karjo yang terkenal sebagai dalang wayang suket.

Festival ini akan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan, seperti Kenduren, Larung Sesaji, Sarasehan, dan Gugur Gunung Rijik-Rijik Kali Brantas. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga sungai sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan.

Sumber: Pokdarwis Kota Malang

Posting Komentar