FKH UB Terjunkan 941 Mahasiswa Periksa Hewan Kurban hingga Bali
![]() |
| Pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban di Aula Lantai 3 FKH UB, Senin (25/5/2026). Foto: Humas UB |
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, menerjunkan 941 mahasiswa profesi dan sarjana kedokteran hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban selama Iduladha 1447 H/2026 M.
Ratusan mahasiswa tersebut diterjunkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Bali guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M.Biotech., AP.Vet., mengatakan para mahasiswa bertugas selama tiga pekan mulai sebelum hari penyembelihan hingga hari tasyrik.
“Mahasiswa sebagai petugas diwajibkan turun lapangan selama tiga minggu, sejak sebelum hari-H hingga hari tasyrik,” ujarnya.
Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, keterlibatan mahasiswa juga menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan atau living laboratory.
“Ini menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lapangan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Pengabdian Pemeriksaan Hewan Kurban FKH UB 2026, drh. Yulinar Risky Karaman, M.Biomed., menjelaskan mahasiswa tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak 400 mahasiswa bertugas di Kota Malang, 100 mahasiswa di Kabupaten Malang, 300 mahasiswa di Kota Batu, 35 mahasiswa di Kota Mojokerto, lima mahasiswa di Kabupaten Lamongan, dan enam mahasiswa di Kabupaten Sidoarjo.
Sementara mahasiswa lainnya bertugas di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.
Para petugas melakukan pemeriksaan ante mortem atau sebelum penyembelihan serta post mortem setelah penyembelihan guna memastikan kesehatan hewan dan kualitas daging kurban.
Perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Nuria Ulfah, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa FKH UB. Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan populasi ternak terbesar nasional sehingga pengawasan kesehatan hewan kurban sangat penting.
Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyebut keterlibatan mahasiswa dalam pemeriksaan hewan kurban menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi living laboratory bagi universitas sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban di Aula Lantai 3 FKH UB, Senin (25/5/2026). Kegiatan ditandai dengan penyerahan jas laboratorium, name tag, stetoskop, dan pisau secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dan dosen.
Sumber: Humas UB
