Kemiskinan Kota Malang Turun Jadi 3,68 Persen, Terendah dalam 10 Tahun
![]() |
| Foto ilustrasi warga di Kota Malang menerima bantuan pangan, beberapa waktu lalu. Foto: Sekait/Bagus Suryo |
Angka kemiskinan di Kota Malang, Jawa Timur, pada 2026 turun menjadi 3,68 persen. Capaian ini berkurang 0,27 poin persentase dibandingkan 2025 yang mencapai 3,85 persen sekaligus menjadi yang terendah dalam satu dekade terakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifuddin, mengatakan tingkat kemiskinan tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kemiskinan Kota Malang mencapai titik terendah pada 2026, yakni sebesar 3,68 persen," kata Umar dalam rilis virtual, kemarin.
Persentase penduduk miskin menurun setelah garis kemiskinan terus meningkat. Pada 2026, garis kemiskinan Kota Malang mencapai Rp806.601 per kapita per bulan, naik dari Rp737.954 pada 2025 dan Rp706.341 pada 2024.
BPS juga mencatat perbaikan pada indeks kedalaman kemiskinan, dari 0,39 menjadi 0,24. Sementara indeks keparahan kemiskinan turun dari 0,05 menjadi 0,03.
Menurut Umar, penurunan kedua indeks tersebut menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Adapun sejumlah faktor yang mendorong penurunan kemiskinan, antara lain pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pengendalian inflasi, serta penyaluran bantuan dan jaminan sosial kepada kelompok masyarakat desil 1-4.
Dukungan pemerintah terhadap UMKM melalui bantuan usaha juga dinilai turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
